Hot Articles

Jumat, 21 September 2018

MENINGKATKAN MINAT BACA DIKALANGAN REMAJA

MENINGKATKAN MINAT BACA DIKALANGAN REMAJA


Ditulis oleh Malisa Fazrin (STAIN - Bengkalis)
Perkataakn iqra’ dalam surah al-‘alaq bermakna bacalah. Perkataan Iqra’ merupakan satu seruan pencerahan intelektual yang telah terbukti dalam sejarah mampu mengubah peradaban manusia dari masa kegelapan moral intelektual kepada peradaban tinggi di bawah petunjuk Ilahi. Perintah membaca merupakan sesuatu yang berharga diberikan kepada umat manusia. Membaca merupakan asas pembentukan diri kearah mendapatkan ilmu pengetahuan. Budaya membaca memainkan peran penting dalam memajukan sebuah institusi dan negara. Melalui pembacaan, pemikiran atau minda seseorang akan berubah menjadi lebih kritis dan mempengaruhi ketamadunan sebuah institusi dan negara.

           Semasa nabi Muhammad SAW berada di Gua Hira’, malaikat jibril a.s datang lalu berkata kepadanya: “Bacalah” lantas jawab Baginda, “Aku tidak tahu membaca” lalu jibril a.s memegang Baginda dan memeluknya dengan erat sehingga nabi berasa sukar bernafas. Kemudian jibril melepaskan Baginda lalu berkata “ Bacalah”, jawab Baginda lagi: “Aku tidak tahu membaca”. Jibril memegangnya lagi dan memeluknya hingga baginda sekali lagi sukar bernafas. Lalu jibril a.s membaca firman Allah SWT dari pada surah al-‘alaq yang bermaksud: “ Bacalah (wahai muhammad) Dengan nama Tuhanmu yang menciptakan (sekelian makhluk). Dia menciptakan manusia dari sebuku darah beku; Bacalah, Dan Tuhanmu Yang Maha Pemurah, yang mengajar manusia melalui pena dan tulisan, ia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.
Namun sangat disayangkan, pada zaman modern sekarang ini , jarang kita temukan remaja yang gemar membaca. Kebanyakan dari mereka lebih memilih untuk bermain game, pergi ke warnet untuk bermain social media, nongkrong bersama teman-teman, atau sekedar jalan-jalan yang tidak berguna bersama teman keluar rumah. Tapi, masih ada juga sebagian dari mereka yang menanamkan sikap gemar membaca, salah satu contohnya membaca buku novel. Itu tak menjadi masalah. Selagi mereka masih dapat memanfaatkan waktu luang dengan mengisi hal-hal yang bermanfaat, seperti membaca atau belajar.
Membaca pada era globalisasi informasi ini merupakan suatu keharusan yang mendasar untuk membentuk perilaku seorang remaja. Dengan membaca seseorang dapat menambah informasi dan memperluas ilmu pengetahuan serta kebudayaan. Tetapi tanpa adanya minat, remaja tidak akan tertarik untuk membaca. Minat merupakan faktor yang sangat penting yang ada dalam diri setiap manusia. Meskipun motivasinya sangat kuat, tetapi jika minat tidak ada tentu kita tidak akan melakukan sesuatu yang dimotivasikan pada kita. Begitu pula halnya kedudukan minat dalam membaca menduduki tingkat teratas, karena tanpa minat seseorang sukar akan melakukan kegiatan membaca (Tarigan, 1990).
Perihal minat berhubungan dengan kebiasaan. Minat dan kebiasaan  adalah dua pengertian yang berbeda tetapi berkaitan. Pengertian minat menurut Poerbakawatja dalam Sutini (2010) adalah ”kesedian jiwa yang sifatnya aktif untuk menerima sesuatu dari luar.” Minat dibedakan menjadi dua macam, yaitu minat spontan dan minat terpola. Minat spontan adalah minat yang tumbuh secara spontan dari dalam diri seseorang tanpa dipengaruhi oleh pihak luar. Minat terpola adalah minat yang timbul sebagai akibat adanya pengaruh dan kegiatan yang berencana atau terpola terutama kegiatan belajar mengajar, baik di sekolah maupun di luar sekolah (Dawson dan Bamman dalam Sutini (2010)). Minat terpola dapat dipersamakan dengan faktor eksternal, yang secara konkrit merupakan akibat dari motivasi ekstrinsik. Dengan demikian minat dapat dihambat, dipengaruhi, bahkan bisa ditumbuhkembangkan.

A. Definisi Membaca
Secara etimologis Iqra’ diambil dari akar kata qara’a yang berarti “ menghimpun” sehingga tidak selalu harus diartikan  membaca sebuah teks yang tertulis dengan aksara tertentu.Selain bermakna menghimpun, kata qara’a juga memiliki sekumpulan makna seperti manyampaikan, menelaah, mendalami, meneliti, mengetahui ciri sesuatu dan membaca,baik secara tertulis maupun tidak.
Membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis oleh seseorang. Semakin banyak membaca, semakin banyak pula informasi yang kita dapatkan, walaupun terkadang informasi itu kita dapatkan secara tidak langsung. Banyak orang mengatakan bahwa buku merupakan Gudang Ilmu. Mengapa demikian? Karena buku itu sendiri dapat membuka wawasan yang sangat luas. Tidak hanya informasi yang ada dalam negeri, melainkan informasi tentang dunia, bahkan alam semesta.
Menurut Mr. Juel dalam buku Mr.sandjaja(2005), membaca merupakan sebuah proses untuk dapat mengenal kata2 dan memadukan menjadi arti kata dan menjadi kalimat dan struktur baca.

B. Membangun Peradaban Dengan Membaca
Konsep Islam mengajarkan kepada seluruh umatnya untuk membaca dalam  kaitan pengembangan dan peradaban umat secara umumnya. Membaca adalah syarat utama guna membangun peradaban. Dan bila diakui bahwa semakin luas pembacaan semakin tinggi peradaban.
Perintah mmbaca merupakan perintah yang paling berharga bagi perkembangan kebudayaan dan peradaban umat manusia. Karena membaca merupakan jalan yang mengantar manusia mencapai derajat kemanusiaan yang sempurna.
Sebagaimana janji Allah SWT
“ Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang memiliki ilmu dengan beberapa derajat”. Sehingga tidak berlebihan bila dikatakan bahwa membaca adalah syarat utama guna membangun peradaban
            Sejarah umat manusia secara umum dapat dibagi menjadi dalam dua periode utama.”sebelum penemuan tulis- baca dan periode sesudahnya sekitar lima ribu tahun yang lalu. Dengan ditemukannya tulisa- baca, peradaban manusia tidaklah merambah jalan dan merangkak- rangkak, tetapi mereka telah berhasil melahirkan tidak kurang dari 27 peradaban dari peradaban Amerika masa kini. Peradaban yang datang mempelajari yang lalu dari apa yang ditulis oleh generasi yang lalau dan dapat dibaca oleh generasi yang kemudian. Manusia tidak lagi memulai dari titik nol, berkat kemampuan tulis- baca itu.
            Kejayaan peradaban romawi, peradaban Islam, Peradaban Eropa saat ini tentunya semua dibangun dari tradisi membaca dan menulis. Beribu- ribu karya intelektual serta penemuan- penemuan yang original yang muncucl pada zamannya. Intelektual bukanlah komunitas manusia yang hanya bergelut dengan tulis menulis, tetapi lewat berbagai macam eksperimentasi sehingga melahirkan suatu teori baru, begitu seterusnya hingga kini.

C. Jenis- jenis Bacaan
            Banyak sekali bahan bacaan yang sering kita temukan disekitar kita,entah buku bacaan yang berisi karangan ilmiah, buku-buku populer maupun jenis yang lainnya.Dalam uraian ini terdapat jenis-jenis bacaan yang harus diketahui.
a. Artikel
            Artikel adalah suatu tulisan ringkas yang membahas tentang tema ilmu pengertahuan tentu yang tetap mengikuti kaidah-kaidah ilmu pengetahuan atau mengikuti aturan-aturan.
b. Surat kabar
            Surat kabar adalah suatu media cetak yang digunakan sebagai alat untuk menyampaikan informasi kepada khalayk ramai.
c. Iklan
            Iklan ialah berita atau pesanan utuk mendorong/ membujuk khalayak ramai agar tertarik pada barang dan jasa yang ditawarkan. Selain itu ada pendapat lain mengenai jenis bacaan iklan ini adalah,pemberitahuan kepada khalayak ramai mengenai barang atau jasa yang dijual atau dipasang didalam media massa seperti surat kabar dan majalah,serta media elektronik.
d. Tabel
            Tabel adalah daftar ikhtisar sejumlah besar fakta/informasi yang biasanya hanya berupa nama dan bilangan yang tersusun secara bersistem urut kebawah dalam jalur tertentu dengan garis pembatas sehingga dengan mudah dapat dimengerti.
e. Grafik
            Grafik adalah gambaran pasang surut suatu keadaan garis/gambar tentang naik turunnya hasil, statistik dan sebagainya. Grafik memudahkan menyampaikan ide yang komplek secara mudah, dapat memberikan gambaran suatu data secara efektif kepada pembaca.
f. Bagan
            Bagan dapat diartikan sebagai gambar denah, skema, alat peraga grafik untuk mempermudah penafsiran. Bagan berfungsi sebagai petunjuk hubungan anatar suatu pokok pikiran tertentu tanpa harus ada keterangan jumlah.

D. Faktor yang Mempengaruhi Menurunnya Minat Baca
       Secara umum, terdapat dua faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya minat baca yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri sendiri, seperti pembawaan dan kebiasaan. Sementara faktor eksternal adalah faktor-faktor yang berasal dari luar diri sendiri atau faktor lingkungan, baik dari lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah. Faktor eksternal ini mempengaruhi adanya motivasi, kemauan, dan kecenderungan untuk selalu membaca. Namun, selain dari faktor tersebut, masih ada faktor yang mempengaruhi menurunnya minat baca, yaitu :

1. Mudahnya memperoleh informasi yang instan 
Jika dahulu untuk memperoleh informasi baik dalam mengerjakan tugas, seorang siswa harus membaca buku atau minimal ke perpustakaan guna mendapatkan informasi yang diharapkan, maka saat ini dengan keberadaan teknologi informasi (seperti mesin pencari; google, yahoo, baidu, uc browser) membuat siswa/pelajar dengan mudahnya menemukan informasi yang dia cari. Kondisi yang serba instan tersebut bisa membangun pola pikir/mindset dalam diri siswa untuk mengandalkan keberadaan mesin pencari informasi tersebut (google, yahoo. Bing etc) Sehingga membuat minat untuk belajar menjadi menurun.
Apalagi dalam menghadapi ujian, siswa bisa saja membawa smartphone/Hp ke dalam ruang ujian untuk selanjutnya digunakan untuk mencari jawaban dari soal-soal yang ada, kondisi yang demikian itulah yang bisa saja membuat siswa berpikir “untuk tidak perlu susah-susah belajar” toh semua informasi dengan mudah bisa didapatkan melalui internet.

2. Pengaruh sosial media
Sosial media memegang peranan yang besar dalam mempengaruhi minat belajar dan baca siswa, keberadaan facebook, twitter, BBM, WA sedikit banyaknya telah menyita waktu siswa/pelajar dalam mengaksesnya, alhasil waktu yang sebenarnya harus digunakan belajar dan membaca malah habis digunakan untuk mengakses sosial media. Keberadaan sosial media ibaratkan candu yang membuat siswa/pelajar selalu ingin mengaksesnya.. sebagian pelajar menjadi lebih antusias dengan penggunaan sosial media ketimbang membaca dan belajar, hal tersebut dinilai cukup mengkhawatirkan dan perlu antispasi yang tepat agar motivasi dan minat baca anak bisa kembali tumbuh.

3. Bnayaknya hiburan (TV dan Youtube)
Selanjutnya hal yang bisa menjadi faktor penyebab minat baca pelajar menjadi berkurang adalah banyaknya tayangan-tayangan di televisi yang membuat anak mejadi lebih betah untuk menonton TV. Tayangan yang disiarkan di televisi sebagian kurang mendidik alhasil perilaku anak menjadi terpengaruhi. Belum lagi kehadiran youtube yang membuat pelajar/siswa dengan leluasa bisa menonton tayangan yang dia sukai, kalau sudah seperti ini maka otomatis porsi waktu untuk belajar dan membaca semakin terkikis tergantikan oleh kehadiran teknologi informasi.

4. Guru dan orang tua kurang mendorong siswa untuk rajin membaca
Faktor selanjutnya yang kemungkinan menjadi penyebab motivasi membaca pelajar tidak meningkat yakni guru mamupun orangtua kurang memotivasi siswa untuk rajin membaca, motivasi yang dimaksud disini bukan sebatas motivasi dalam bentuk retorika lisan melainkan motivasi dengan memperlihatkan contoh nyata. Maksudnya ialah agar siswa menjadi pribadi rajin membaca maka guru maupun orangtua terlebih dahulu harus memperlihatkan kebiasaan untuk selalu membaca dengan begitu kebiasaan para guru maupun orangtua bisa dicontoh oleh anak didiknya.

5. Sarana/media membaca yang kurang
Keberadaan sumber belajar yang masih minim (perpustakaan, taman baca dll) membuat siswa sulit untuk mengembangkan minatnya untuk membaca, karena untuk membaca sejatinya butuh sumber/media. Oleh karena itu, keberadaan sarana  membaca (perpustakaan, taman baca) yang memadai bisa memicu munculnya semangat membaca dalam diri siswa.

6. Konsep membaca yang diajarkan tidak bervariasi.
Metode dalam menstimulasi siswa agar termotivasi untuk membaca harus bervariatif agar siswa/pelajar menganggap kegiatan membaca tersebut sebagai suatu kegiatan yang menyenangkan. Jangan hanya fokus mendidik siswa untuk membaca di dalam ruangan, namun kegiatan membaca bisa dilakukan di alam terbuka agar kondisi psikis anak saat membaca selalu senang dan gembira. Kegiatan membaca bisa dilakukan saat sedang tamasya, pikinik,  bahkan kegiatan membaca bisa dikombinaskan dengan sebuah games agar anak menjadi lebih antusias dalam membaca.

7. Pengaruh pergaulan yang kurang positif
Salah satu hal yang kita ketahui bersama bahwasanya sebagian pelajar/siswa saat ini mulai terpengaruh pergaulan bebas, sehingga satu sama lain mulai salin meniru dan tak sedikit pergaulan bebas tersebut mengarah ke arah negatif, alahasil sebagain generasi muda bangsa mulai mengalami disorientasi tujuan.  

8. Pengaruh Game
Terakhir yang bisa menjadi penyebab dari berkurangya minat baca dari sebagian siswa/pelajar adalah keberadaan game, baik di PC, PS/Nintendo dan di android membuat anak menjadi maniak game sehingga aktivitas membuka buku jarang dilakukan.

Sering kita bertanya dalam hati, mengapa negara kita susah bersaing dengan negara-negara lain, apa ada yang salah dalam system perikehidupan rakyat kita. Seberapakah strata pendidikan, kemampuan dan penguasaan ilmu pengetahuan yang dimiliki, inovasi dan rekayasa teknologi yang sudah kita buat, apa yang telah dihasilkan karya-karya monumental putra-putri Bangsa Indonesia saat ini, semua itu menggelitik di sanubari para kaum cerdik pandai yang merumuskan dari titik mana kita mau mulai membenahi bangsa kita. Ternyata para penggiat pendidikan sepakat bahwa pintu gerbang penguasaan ilmu pengetahuan adalah dengan banyak MEMBACA. Sebab dengan membaca dapat membuka jendela dunia. Ketika jendela dunia sudah terbuka, masyarakat Indonesia akan dapat melihat keluar, sisi-sisi apa yang ada dibalik jendela tersebut. Sehingga cara berpikir masyarakat kita akan maju dan keluar dari zona kemiskinan menuju kehidupan yang sejahtera.
           Rendahnya minat baca masyarakat kita sangat mempengaruhi kualitas bangsa Indonesia, sebab dengan rendahnya minat baca, tidak bisa mengetahui dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi di dunia, di mana pada ahirnya akan berdampak pada ketertinggalan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, untuk dapat mengejar kemajuan yang telah dicapai oleh negara-negara tetangga, perlu kita kaji apa yang menjadikan mereka lebih maju. Ternyata meraka lebih unggul di sumber daya manusianya. Budaya membaca mereka telah mendarah daging dan sudah menjadi kebutuhan mutlak dalam kehidupan sehari harinya. Untuk mengikuti jejak mereka dalam menumbuhkan minat baca sejak dini perlu kita tiru dan kita terapakan pada masyarakat kita, terutama pada tunas-tunas bangsa yang kelak akan mewarisi negeri ini.
Perdaban suatu bangsa ditentukan oleh kecerdasan dan pengetahuannya, sedangkan kecerdasan dan pengetahuan di hasilkan oleh seberapa ilmu pengetahuan yang di dapat, sedangkan ilmu pengetahuan di dapat dari informasi yang diperoleh dari lisan maupun tulisan. Semakin banyak penduduk suatu wilayah yang haus akan ilmu pengetahuan semakin tinggi peradabannya.
Budaya suatu bangsa biasanya berjalan seiring dengan budaya literasi, faktor kebudayaan dan peradaban dipengaruhi oleh membaca yang dihasilkan dari temuan-temuan para kaum cerdik pandai yang terekam dalam tulisan yang menjadikan warisan literasi informasi yang sangat berguna bagi proses kehidupan social yang dinamis.
Rendahnya minat baca masyarakat kita sangat mempengaruhi kualitas bangsa Indonesia, sebab dengan rendahnya minat baca, tidak bisa mengetahui dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi di dunia, di mana pada akhirnya akan berdampak pada ketertinggalan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, untuk dapat mengejar kemajuan yang telah dicapai oleh negara-negara tetangga, perlu menumbuh kan  minat baca sejak dini.
Bila sebelumnya membaca identik dengan buku atau media cetak saja, maka di zaman sekarang yang sudah serba digital, membaca tidak lagi terpaku pada membaca kertas karna segala informasi terkini teleh tersedia di dunia maya/ internet dan media elektronik lainnya

E. Cara Meningkatkan Minat Baca

1. Bangunlah Motivasi Minat Membaca
Meningkatkan minat baca harus dimulai dengan motivasi diri dalam membaca. Bagi saya pribadi pandangan selintas di atas sudah cukup untuk memicu akan pentingnya membaca bagi masyarakat, sebab itu adalah sebuah keharusan bila kita ingin menguasai dunia. Dengan membaca, pandangan kita menjadi terbuka terhadap hal-hal baru yang tidak kita ketahui sebelumnya.

2. Mulailah Membaca Sesuatu yang Kita sukai.
 Salah satu kesalahan terbesar dari seseorang yang ingin mulai membiasakan diri untuk membaca adalah image buku dan bacaan yang sebenarnya ia buat sendiri: berat dan membosankan. Padahal banyak sekali jenis buku dengan karakteristik yang beragam. Saya dulu memulainya dengan membaca cerita fiksi seperti cerpen dan novel, berlanjut ke buku-buku praktis (yang pake kata kunci: cara, langkah, tips, kiat, dll), lalu berlanjut lagi ke buku motivasi dan pengembangan diri, hingga sekarang saya sudah mulai baca buku-buku politik dan sejarah. Satu hal yang pasti: sesuaikanlah dengan minat anda. Agar niat untuk membaca tidak hanya berasal dari pikiran, tetapi juga dari hati.

3. Menyisihkan waktu yang tepat dan nyaman untuk Membaca.
 Bila anggapan penting membaca itu sudah melekat, maka tidak semuanya yang baca berhasil memindahkan semua informasi yang didapat dari bacaannya itu pada memori otaknya, disebabkan momentum waktunya yang kurang tepat.  Atau seringkali malas baca disebabkan waktunya kurang tepat. Beragam orang yang punya momentum baca yang tepat: ada yang suka membaca saat jam pelajaran kosong saat sekolah, atau lagi istirahat di sekolah, ada juga yang nyaman membacanya membaca saat perjalanan, beberapa saat sebelum tidur, dan saat di perpustakaan. Pakailah waktu-waktu yang biasa kita habiskan untuk bengong dan menunggu dengan membaca!

4. Menumbuhkan Rasa Ingin Tahu
Minat baca harus dipicu dari diri kita untuk menumbuhkan rasa ingin tahu. Kita harus membuat pertanyaan setiap hal yang ada di sekitar kita dan carilah jawabannya di buku. Atau bisa juga melihat-lihat buku di toko atau perpustakaan dan cobalah pertanyakan, “Apasih isi buku ini?” Biasanya rasa ingin tahu dan penasaran sangat efektif untuk menggerakkan diri ini untuk melakukan sesuatu.

5. Minta Seseorang Merekomendasikan Buku
Ini juga salah satu cari yang efektif  untuk lebih ‘memaksa’ diri ini untuk segera mulai membaca. Karena buku yang direkomendasikan biasanya punya nilai lebih yang akan membuat kita lebih semangat membacanya. Tanyakanlah pada teman, “Eh, punya buku bagus gak? Minjem dong?”

6. Membacalah Seperlunya Saja
Selagi masih belajar membacalah seperlunya saja. Tak usah berlebihan. Keperluan orang itu tergantung dari hasratnya masing-masing untuk memperoleh informasi. Makin perlu anda terhadap informasi, maka sudah pasti kuantitas dan kualitas membaca anda pun pasti akan makin banyak dan baik.
seseorang juga perlu melakukan sesuatu agar dapat menumbuhkan  minat bacanya, yaitu:
  1. Yakin bahwa gemar membaca merupakan hal yang terbaik untuk dapat bersaing di era global,Memiliki niat yang tulus untuk membaca, 
  2. Menambah wawasan dengan menyisihkan uang lebih untuk membeli buku, minimal satu buku setiap bulannya, bukan membeli pulsa. 
  3. Mulailah membaca sebuah buku dengan membaca daftar isinya terlebih dahulu, 
  4. Catatlah setiap ada informasi penting dari buku yang Anda baca, dan 
  5. Bersenang-senang dengan buku.
F. Tujuan Meningkatkan Minat Baca
        Secara umum minat baca mempunyai tujuan mewujudkan suatu sistem penumbuhan dan pengembangan nilai ilmu yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta mengembangkan masyarakat baca (Reading society) lewat pelayanan masyarakat perpustakaan dengan penekanan pada penciptaan lingkungan baca untuk semua jenis bacaan. Di lingkungan sekolah juga demikian, dengan adanya fasilitas perpustakaan yang memadai akan menumbuhkan minat baca siswa sehingga tercipta pula masyarakat baca di lingkungan sekolah.
Tujuan dari pengembangan minat baca ini antara lain untuk :
  1. Mendorong minat dan kebiasaan membaca agar tercipta masyarakat yang berbudaya membaca.
  2. Meningkatkan layanan perpustakaan.
  3. Menciptakan masyarakat informasi yang siap berperan serta dalam semua aspek pembangunan.
  4. Memiliki pengetahuan yang terkini, bukan yang sudah “basi”.
  5. Meningkatkan kemampuan berpikir.
  6. Mengisi waktu luang..
G. Manfaat Membaca
     Banyak manfaat yang diperoleh dari membaca. Dengan membaca siswa dapat memperluas cakrawala ilmu pengetahuan, menambah informasi bagi diri sendiri, meningkatkan pengetahuan serta menambah ide. Jadi jelas pengaruh bacaan sangat besar terhadap peningkatan cara berfikir seorang siswa. Menurut Gray & Rogers (1995) dalam Supriyono menyebutkan beberapa manfaat membaca, antara lain:
  1. Meningkatkan pengembangan diri
  2. Memenuhi tuntutan intelektual
  3. Memenuhi kepentingan hidup, dengan membaca akan memperoleh pengetahuan praktis yang berguna dalam kehidupan mereka sehari-hari.
  4. Meningkatkan minat terhadap suatu bidang
  5. Mengetahui hal-hal yang aktual, dengan membaca siswa dapat mengetahui peristiwa-peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar maupun di seluruh dunia yang mungkin berhubungan materi pelajaran, sehingga siswa dapat menerapkan dengan kehidupan nyata (Supriyono, 1998).
H. Kesimpulan
 Berdasarkan uraian-uraian yang telah dijelaskan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa tingginya minat baca sangat dibutuhkan oleh setiap orang, terutama bagi kalangan remaja. Oleh karena itu dibutuhkan berbagai cara untuk meningkatkan minat baca di kalangan remaja ini. Hal terpenting yang harus dilakukan oleh adalah dengan menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran diri akan pentingnya membaca.


Daftar Pustaka
Joko D Muktiono, 2003  Aku Cinta Buku PT Elex Media Komputindo kelompok Gramedia,Jakarta
The Social Harmony Through Islamic Low, 2017 International Seminar On Islamic Jurisprudence in Contemporary Society 2017 ISLAC 2017
Ibunda Aini, Membaca Dan Menulis Seasyik Bermain
Disqus Comments