MENINGKATKAN MINAT BACA DIKALANGAN REMAJA
![]() |
| Ditulis oleh Malisa Fazrin (STAIN - Bengkalis) |
Perkataakn iqra’ dalam surah al-‘alaq
bermakna bacalah. Perkataan Iqra’
merupakan satu seruan pencerahan intelektual yang telah terbukti dalam sejarah
mampu mengubah peradaban manusia dari masa kegelapan moral intelektual kepada
peradaban tinggi di bawah petunjuk Ilahi. Perintah membaca
merupakan sesuatu yang berharga diberikan kepada umat manusia. Membaca
merupakan asas pembentukan diri kearah mendapatkan ilmu pengetahuan. Budaya
membaca memainkan peran penting dalam memajukan sebuah institusi dan negara.
Melalui pembacaan, pemikiran atau minda seseorang akan berubah menjadi lebih
kritis dan mempengaruhi ketamadunan sebuah institusi dan negara.
Semasa nabi Muhammad SAW berada di Gua Hira’, malaikat
jibril a.s datang lalu berkata kepadanya: “Bacalah” lantas jawab Baginda, “Aku
tidak tahu membaca” lalu jibril a.s memegang Baginda dan memeluknya dengan erat
sehingga nabi berasa sukar bernafas. Kemudian jibril melepaskan Baginda lalu
berkata “ Bacalah”, jawab Baginda lagi: “Aku tidak tahu membaca”. Jibril
memegangnya lagi dan memeluknya hingga baginda sekali lagi sukar bernafas.
Lalu jibril a.s membaca firman Allah SWT dari pada surah al-‘alaq yang
bermaksud: “ Bacalah (wahai muhammad) Dengan nama Tuhanmu yang
menciptakan (sekelian makhluk). Dia menciptakan manusia dari sebuku
darah beku; Bacalah, Dan Tuhanmu Yang Maha Pemurah, yang mengajar
manusia melalui pena dan tulisan, ia mengajarkan manusia apa yang tidak
diketahuinya.
Namun sangat
disayangkan, pada zaman modern sekarang ini , jarang kita temukan remaja yang
gemar membaca. Kebanyakan dari mereka lebih memilih untuk bermain game, pergi
ke warnet untuk bermain social media, nongkrong bersama teman-teman,
atau sekedar jalan-jalan yang tidak berguna bersama teman keluar rumah. Tapi,
masih ada juga sebagian dari mereka yang menanamkan sikap gemar membaca, salah
satu contohnya membaca buku novel. Itu tak menjadi masalah. Selagi mereka masih
dapat memanfaatkan waktu luang dengan mengisi hal-hal yang bermanfaat, seperti
membaca atau belajar.
Membaca pada
era globalisasi informasi ini merupakan suatu keharusan yang mendasar untuk membentuk
perilaku seorang remaja. Dengan membaca seseorang dapat menambah informasi dan
memperluas ilmu pengetahuan serta kebudayaan. Tetapi tanpa adanya minat, remaja
tidak akan tertarik untuk membaca. Minat merupakan faktor yang sangat penting yang
ada dalam diri setiap manusia. Meskipun motivasinya sangat kuat, tetapi jika
minat tidak ada tentu kita tidak akan melakukan sesuatu yang dimotivasikan pada
kita. Begitu pula halnya kedudukan minat dalam membaca menduduki tingkat
teratas, karena tanpa minat seseorang sukar akan melakukan kegiatan membaca
(Tarigan, 1990).
Perihal minat
berhubungan dengan kebiasaan. Minat dan kebiasaan adalah dua pengertian
yang berbeda tetapi berkaitan. Pengertian minat menurut Poerbakawatja dalam
Sutini (2010) adalah ”kesedian jiwa yang sifatnya aktif untuk menerima sesuatu
dari luar.” Minat dibedakan menjadi dua macam, yaitu minat spontan dan minat
terpola. Minat spontan adalah minat yang tumbuh secara spontan dari dalam diri
seseorang tanpa dipengaruhi oleh pihak luar. Minat terpola adalah minat yang
timbul sebagai akibat adanya pengaruh dan kegiatan yang berencana atau terpola
terutama kegiatan belajar mengajar, baik di sekolah maupun di luar sekolah
(Dawson dan Bamman dalam Sutini (2010)). Minat terpola dapat dipersamakan
dengan faktor eksternal, yang secara konkrit merupakan akibat dari motivasi
ekstrinsik. Dengan demikian minat dapat dihambat, dipengaruhi, bahkan bisa
ditumbuhkembangkan.
A. Definisi Membaca
Secara etimologis Iqra’
diambil dari akar kata qara’a yang berarti “ menghimpun” sehingga tidak selalu
harus diartikan membaca sebuah teks yang
tertulis dengan aksara tertentu.Selain bermakna menghimpun, kata qara’a juga
memiliki sekumpulan makna seperti manyampaikan, menelaah, mendalami, meneliti, mengetahui
ciri sesuatu dan membaca,baik secara tertulis maupun tidak.
Membaca adalah suatu
cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis oleh seseorang.
Semakin banyak membaca, semakin banyak pula informasi yang kita dapatkan,
walaupun terkadang informasi itu kita dapatkan secara tidak langsung. Banyak
orang mengatakan bahwa buku merupakan Gudang Ilmu. Mengapa demikian? Karena
buku itu sendiri dapat membuka wawasan yang sangat luas. Tidak hanya informasi
yang ada dalam negeri, melainkan informasi tentang dunia, bahkan alam semesta.
Menurut Mr. Juel dalam
buku Mr.sandjaja(2005), membaca merupakan sebuah proses untuk dapat mengenal
kata2 dan memadukan menjadi arti kata dan menjadi kalimat dan struktur baca.
B. Membangun Peradaban
Dengan Membaca
Konsep Islam mengajarkan
kepada seluruh umatnya untuk membaca dalam
kaitan pengembangan dan peradaban umat secara umumnya. Membaca adalah
syarat utama guna membangun peradaban. Dan bila diakui bahwa semakin luas
pembacaan semakin tinggi peradaban.
Perintah mmbaca merupakan
perintah yang paling berharga bagi perkembangan kebudayaan dan peradaban umat
manusia. Karena membaca merupakan jalan yang mengantar manusia mencapai derajat
kemanusiaan yang sempurna.
Sebagaimana janji Allah
SWT
“ Allah akan mengangkat
orang-orang yang beriman dan orang-orang yang memiliki ilmu dengan beberapa
derajat”. Sehingga tidak berlebihan bila dikatakan bahwa membaca adalah syarat
utama guna membangun peradaban
Sejarah umat manusia secara umum dapat dibagi menjadi
dalam dua periode utama.”sebelum penemuan tulis- baca dan periode sesudahnya
sekitar lima ribu tahun yang lalu. Dengan ditemukannya tulisa- baca, peradaban
manusia tidaklah merambah jalan dan merangkak- rangkak, tetapi mereka telah
berhasil melahirkan tidak kurang dari 27 peradaban dari peradaban Amerika masa
kini. Peradaban yang datang mempelajari yang lalu dari apa yang ditulis oleh
generasi yang lalau dan dapat dibaca oleh generasi yang kemudian. Manusia tidak
lagi memulai dari titik nol, berkat kemampuan tulis- baca itu.
Kejayaan peradaban romawi, peradaban Islam, Peradaban
Eropa saat ini tentunya semua dibangun dari tradisi membaca dan menulis.
Beribu- ribu karya intelektual serta penemuan- penemuan yang original yang
muncucl pada zamannya. Intelektual bukanlah komunitas manusia yang hanya
bergelut dengan tulis menulis, tetapi lewat berbagai macam eksperimentasi
sehingga melahirkan suatu teori baru, begitu seterusnya hingga kini.
C. Jenis- jenis Bacaan
Banyak sekali
bahan bacaan yang sering kita temukan disekitar kita,entah buku bacaan yang
berisi karangan ilmiah, buku-buku populer maupun jenis yang lainnya.Dalam
uraian ini terdapat jenis-jenis bacaan yang harus diketahui.
a. Artikel
Artikel adalah
suatu tulisan ringkas yang membahas tentang tema ilmu pengertahuan tentu yang
tetap mengikuti kaidah-kaidah ilmu pengetahuan atau mengikuti aturan-aturan.
b. Surat kabar
Surat kabar adalah
suatu media cetak yang digunakan sebagai alat untuk menyampaikan informasi
kepada khalayk ramai.
c. Iklan
Iklan ialah berita
atau pesanan utuk mendorong/ membujuk khalayak ramai agar tertarik pada barang
dan jasa yang ditawarkan. Selain itu ada pendapat lain mengenai jenis bacaan
iklan ini adalah,pemberitahuan kepada khalayak ramai mengenai barang atau jasa
yang dijual atau dipasang didalam media massa seperti surat kabar dan
majalah,serta media elektronik.
d. Tabel
Tabel adalah
daftar ikhtisar sejumlah besar fakta/informasi yang biasanya hanya berupa nama
dan bilangan yang tersusun secara bersistem urut kebawah dalam jalur tertentu
dengan garis pembatas sehingga dengan mudah dapat dimengerti.
e. Grafik
Grafik adalah
gambaran pasang surut suatu keadaan garis/gambar tentang naik turunnya hasil,
statistik dan sebagainya. Grafik memudahkan menyampaikan ide yang komplek
secara mudah, dapat memberikan gambaran suatu data secara efektif kepada
pembaca.
f. Bagan
Bagan dapat
diartikan sebagai gambar denah, skema, alat peraga grafik untuk mempermudah
penafsiran. Bagan berfungsi sebagai petunjuk hubungan anatar suatu pokok
pikiran tertentu tanpa harus ada keterangan jumlah.
D. Faktor yang
Mempengaruhi Menurunnya Minat Baca
Secara umum, terdapat
dua faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya minat baca yaitu faktor internal
dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam
diri sendiri, seperti pembawaan dan kebiasaan. Sementara faktor eksternal
adalah faktor-faktor yang berasal dari luar diri sendiri atau faktor
lingkungan, baik dari lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah. Faktor
eksternal ini mempengaruhi adanya motivasi, kemauan, dan kecenderungan untuk
selalu membaca. Namun, selain dari faktor tersebut, masih ada faktor yang
mempengaruhi menurunnya minat baca, yaitu :
1. Mudahnya memperoleh
informasi yang instan
Jika dahulu untuk memperoleh
informasi baik dalam mengerjakan tugas, seorang siswa harus membaca buku atau
minimal ke perpustakaan guna mendapatkan informasi yang diharapkan, maka saat
ini dengan keberadaan teknologi informasi (seperti mesin pencari; google,
yahoo, baidu, uc browser) membuat siswa/pelajar dengan mudahnya menemukan
informasi yang dia cari. Kondisi yang serba instan tersebut bisa membangun pola
pikir/mindset dalam diri siswa untuk mengandalkan keberadaan mesin pencari
informasi tersebut (google, yahoo. Bing etc) Sehingga membuat minat
untuk belajar menjadi menurun.
Apalagi dalam
menghadapi ujian, siswa bisa saja membawa smartphone/Hp ke dalam ruang ujian untuk
selanjutnya digunakan untuk mencari jawaban dari soal-soal yang ada, kondisi
yang demikian itulah yang bisa saja membuat siswa berpikir “untuk tidak perlu
susah-susah belajar” toh semua informasi dengan mudah bisa didapatkan melalui
internet.
2. Pengaruh sosial media
Sosial
media memegang peranan yang besar dalam mempengaruhi minat belajar dan baca
siswa, keberadaan facebook, twitter, BBM, WA sedikit banyaknya telah menyita
waktu siswa/pelajar dalam mengaksesnya, alhasil waktu yang sebenarnya harus digunakan
belajar dan membaca malah habis digunakan untuk mengakses sosial media. Keberadaan sosial media ibaratkan candu yang membuat siswa/pelajar
selalu ingin mengaksesnya.. sebagian pelajar menjadi lebih antusias dengan
penggunaan sosial media ketimbang membaca dan belajar, hal tersebut dinilai
cukup mengkhawatirkan dan perlu antispasi yang tepat agar motivasi dan minat
baca anak bisa kembali tumbuh.
2. Pengaruh sosial media
3. Bnayaknya
hiburan (TV dan Youtube)
Selanjutnya
hal yang bisa menjadi faktor penyebab minat baca pelajar menjadi berkurang
adalah banyaknya tayangan-tayangan di televisi yang membuat anak mejadi lebih
betah untuk menonton TV. Tayangan yang disiarkan di televisi sebagian kurang
mendidik alhasil perilaku anak menjadi terpengaruhi. Belum lagi kehadiran youtube
yang membuat pelajar/siswa dengan leluasa bisa menonton tayangan yang dia
sukai, kalau sudah seperti ini maka otomatis porsi waktu untuk belajar dan
membaca semakin terkikis tergantikan oleh kehadiran teknologi informasi.
4. Guru dan
orang tua kurang mendorong siswa untuk rajin membaca
Faktor
selanjutnya yang kemungkinan menjadi penyebab motivasi membaca pelajar tidak
meningkat yakni guru mamupun orangtua kurang memotivasi siswa untuk rajin
membaca, motivasi yang dimaksud disini bukan sebatas motivasi dalam bentuk
retorika lisan melainkan motivasi dengan memperlihatkan contoh nyata. Maksudnya
ialah agar siswa menjadi pribadi rajin membaca maka guru maupun orangtua
terlebih dahulu harus memperlihatkan kebiasaan untuk selalu membaca dengan
begitu kebiasaan para guru maupun orangtua bisa dicontoh oleh anak didiknya.5. Sarana/media membaca yang kurang
6. Konsep
membaca yang diajarkan tidak bervariasi.
Metode
dalam menstimulasi siswa agar termotivasi untuk membaca harus bervariatif agar
siswa/pelajar menganggap kegiatan membaca tersebut sebagai suatu kegiatan yang
menyenangkan. Jangan hanya fokus mendidik siswa untuk membaca di dalam ruangan,
namun kegiatan membaca bisa dilakukan di alam terbuka agar kondisi psikis anak
saat membaca selalu senang dan gembira. Kegiatan membaca bisa dilakukan saat
sedang tamasya, pikinik, bahkan kegiatan membaca bisa dikombinaskan
dengan sebuah games agar anak menjadi lebih antusias dalam membaca.
7. Pengaruh pergaulan yang kurang positif
8. Pengaruh Game
Sering kita bertanya dalam hati, mengapa negara kita
susah bersaing dengan negara-negara lain, apa ada yang salah dalam system
perikehidupan rakyat kita. Seberapakah strata pendidikan, kemampuan dan
penguasaan ilmu pengetahuan yang dimiliki, inovasi dan rekayasa teknologi yang
sudah kita buat, apa yang telah dihasilkan karya-karya monumental putra-putri
Bangsa Indonesia saat ini, semua itu menggelitik di sanubari para kaum cerdik
pandai yang merumuskan dari titik mana kita mau mulai membenahi bangsa kita. Ternyata
para penggiat pendidikan sepakat bahwa pintu gerbang penguasaan ilmu
pengetahuan adalah dengan banyak MEMBACA. Sebab dengan membaca dapat
membuka jendela dunia. Ketika jendela dunia sudah terbuka, masyarakat Indonesia
akan dapat melihat keluar, sisi-sisi apa yang ada dibalik jendela tersebut.
Sehingga cara berpikir masyarakat kita akan maju dan keluar dari zona
kemiskinan menuju kehidupan yang sejahtera.
Rendahnya minat baca masyarakat kita sangat mempengaruhi kualitas bangsa
Indonesia, sebab dengan rendahnya minat baca, tidak bisa mengetahui dan
mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi di dunia, di mana pada
ahirnya akan berdampak pada ketertinggalan bangsa Indonesia. Oleh karena itu,
untuk dapat mengejar kemajuan yang telah dicapai oleh negara-negara tetangga,
perlu kita kaji apa yang menjadikan mereka lebih maju. Ternyata meraka lebih
unggul di sumber daya manusianya. Budaya membaca mereka telah mendarah daging
dan sudah menjadi kebutuhan mutlak dalam kehidupan sehari harinya. Untuk mengikuti
jejak mereka dalam menumbuhkan minat baca sejak dini perlu kita tiru dan kita
terapakan pada masyarakat kita, terutama pada tunas-tunas bangsa yang kelak
akan mewarisi negeri ini.
Perdaban suatu bangsa ditentukan oleh kecerdasan dan pengetahuannya,
sedangkan kecerdasan dan pengetahuan di hasilkan oleh seberapa ilmu pengetahuan
yang di dapat, sedangkan ilmu pengetahuan di dapat dari informasi yang
diperoleh dari lisan maupun tulisan. Semakin banyak penduduk suatu wilayah yang
haus akan ilmu pengetahuan semakin tinggi peradabannya.
Budaya suatu bangsa biasanya berjalan seiring dengan budaya literasi,
faktor kebudayaan dan peradaban dipengaruhi oleh membaca yang dihasilkan dari
temuan-temuan para kaum cerdik pandai yang terekam dalam tulisan yang menjadikan
warisan literasi informasi yang sangat berguna bagi proses kehidupan social
yang dinamis.
Rendahnya minat baca masyarakat kita sangat mempengaruhi kualitas bangsa
Indonesia, sebab dengan rendahnya minat baca, tidak bisa mengetahui dan
mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi di dunia, di mana pada
akhirnya akan berdampak pada ketertinggalan bangsa Indonesia. Oleh karena itu,
untuk dapat mengejar kemajuan yang telah dicapai oleh negara-negara tetangga,
perlu menumbuh kan minat baca sejak dini.
Bila sebelumnya membaca identik dengan buku atau media cetak saja, maka di
zaman sekarang yang sudah serba digital, membaca tidak lagi terpaku pada
membaca kertas karna segala informasi terkini teleh tersedia di dunia maya/
internet dan media elektronik lainnya
E. Cara Meningkatkan
Minat Baca
1. Bangunlah Motivasi Minat Membaca
Meningkatkan
minat baca harus dimulai dengan motivasi diri dalam membaca. Bagi saya pribadi
pandangan selintas di atas sudah cukup untuk memicu akan pentingnya membaca
bagi masyarakat, sebab itu adalah sebuah keharusan bila kita ingin menguasai
dunia. Dengan membaca, pandangan kita menjadi terbuka terhadap hal-hal baru
yang tidak kita ketahui sebelumnya. 2. Mulailah Membaca Sesuatu yang Kita sukai.
Salah satu kesalahan terbesar
dari seseorang yang ingin mulai membiasakan diri untuk membaca adalah image
buku dan bacaan yang sebenarnya ia buat sendiri: berat dan membosankan. Padahal
banyak sekali jenis buku dengan karakteristik yang beragam. Saya dulu
memulainya dengan membaca cerita fiksi seperti cerpen dan novel, berlanjut ke
buku-buku praktis (yang pake kata kunci: cara, langkah, tips, kiat, dll), lalu
berlanjut lagi ke buku motivasi dan pengembangan diri, hingga sekarang saya
sudah mulai baca buku-buku politik dan sejarah. Satu hal yang pasti:
sesuaikanlah dengan minat anda. Agar niat untuk membaca tidak hanya berasal
dari pikiran, tetapi juga dari hati.
3. Menyisihkan waktu yang tepat dan nyaman untuk Membaca.
3. Menyisihkan waktu yang tepat dan nyaman untuk Membaca.
Bila anggapan penting membaca itu
sudah melekat, maka tidak semuanya yang baca berhasil memindahkan semua
informasi yang didapat dari bacaannya itu pada memori otaknya, disebabkan
momentum waktunya yang kurang tepat. Atau seringkali malas baca
disebabkan waktunya kurang tepat. Beragam orang yang punya momentum baca yang
tepat: ada yang suka membaca saat jam pelajaran kosong saat sekolah, atau lagi
istirahat di sekolah, ada juga yang nyaman membacanya membaca saat perjalanan,
beberapa saat sebelum tidur, dan saat di perpustakaan. Pakailah waktu-waktu
yang biasa kita habiskan untuk bengong dan menunggu dengan membaca!
4. Menumbuhkan Rasa Ingin Tahu
Minat baca harus dipicu dari diri kita untuk menumbuhkan rasa ingin tahu. Kita harus membuat pertanyaan setiap hal yang ada di sekitar kita dan carilah jawabannya di buku. Atau bisa juga melihat-lihat buku di toko atau perpustakaan dan cobalah pertanyakan, “Apasih isi buku ini?” Biasanya rasa ingin tahu dan penasaran sangat efektif untuk menggerakkan diri ini untuk melakukan sesuatu.
4. Menumbuhkan Rasa Ingin Tahu
Minat baca harus dipicu dari diri kita untuk menumbuhkan rasa ingin tahu. Kita harus membuat pertanyaan setiap hal yang ada di sekitar kita dan carilah jawabannya di buku. Atau bisa juga melihat-lihat buku di toko atau perpustakaan dan cobalah pertanyakan, “Apasih isi buku ini?” Biasanya rasa ingin tahu dan penasaran sangat efektif untuk menggerakkan diri ini untuk melakukan sesuatu.
5. Minta Seseorang Merekomendasikan Buku
Ini juga salah satu cari yang
efektif untuk lebih ‘memaksa’ diri ini
untuk segera mulai membaca. Karena buku yang direkomendasikan biasanya punya
nilai lebih yang akan membuat kita lebih semangat membacanya. Tanyakanlah pada
teman, “Eh, punya buku bagus gak? Minjem dong?”
6. Membacalah Seperlunya Saja
6. Membacalah Seperlunya Saja
Selagi masih belajar membacalah
seperlunya saja. Tak usah berlebihan. Keperluan orang itu tergantung dari
hasratnya masing-masing untuk memperoleh informasi. Makin perlu anda terhadap
informasi, maka sudah pasti kuantitas dan kualitas membaca anda pun pasti akan
makin banyak dan baik.
seseorang juga perlu melakukan sesuatu agar dapat menumbuhkan minat bacanya, yaitu:
seseorang juga perlu melakukan sesuatu agar dapat menumbuhkan minat bacanya, yaitu:
- Yakin bahwa gemar membaca merupakan hal yang terbaik untuk dapat bersaing di era global,Memiliki niat yang tulus untuk membaca,
- Menambah wawasan dengan menyisihkan uang lebih untuk membeli buku, minimal satu buku setiap bulannya, bukan membeli pulsa.
- Mulailah membaca sebuah buku dengan membaca daftar isinya terlebih dahulu,
- Catatlah setiap ada informasi penting dari buku yang Anda baca, dan
- Bersenang-senang dengan buku.
F. Tujuan Meningkatkan
Minat Baca
Secara umum minat baca
mempunyai tujuan mewujudkan suatu sistem penumbuhan dan pengembangan nilai ilmu
yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta mengembangkan masyarakat baca
(Reading society) lewat pelayanan masyarakat perpustakaan dengan penekanan pada
penciptaan lingkungan baca untuk semua jenis bacaan. Di lingkungan sekolah juga
demikian, dengan adanya fasilitas perpustakaan yang memadai akan menumbuhkan
minat baca siswa sehingga tercipta pula masyarakat baca di lingkungan sekolah.
Tujuan dari
pengembangan minat baca ini antara lain untuk :
- Mendorong minat dan kebiasaan membaca agar tercipta masyarakat yang berbudaya membaca.
- Meningkatkan layanan perpustakaan.
- Menciptakan masyarakat informasi yang siap berperan serta dalam semua aspek pembangunan.
- Memiliki pengetahuan yang terkini, bukan yang sudah “basi”.
- Meningkatkan kemampuan berpikir.
- Mengisi waktu luang..
G. Manfaat Membaca
Banyak manfaat yang diperoleh dari
membaca. Dengan membaca siswa dapat memperluas cakrawala ilmu pengetahuan,
menambah informasi bagi diri sendiri, meningkatkan pengetahuan serta menambah
ide. Jadi jelas pengaruh bacaan sangat besar terhadap peningkatan cara berfikir
seorang siswa. Menurut Gray & Rogers (1995) dalam Supriyono menyebutkan
beberapa manfaat membaca, antara lain:
- Meningkatkan pengembangan diri
- Memenuhi tuntutan intelektual
- Memenuhi kepentingan hidup, dengan membaca akan memperoleh pengetahuan praktis yang berguna dalam kehidupan mereka sehari-hari.
- Meningkatkan minat terhadap suatu bidang
- Mengetahui hal-hal yang aktual, dengan membaca siswa dapat mengetahui peristiwa-peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar maupun di seluruh dunia yang mungkin berhubungan materi pelajaran, sehingga siswa dapat menerapkan dengan kehidupan nyata (Supriyono, 1998).
H. Kesimpulan
Berdasarkan
uraian-uraian yang telah dijelaskan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa
tingginya minat baca sangat dibutuhkan oleh setiap orang, terutama bagi
kalangan remaja. Oleh karena itu dibutuhkan berbagai cara untuk meningkatkan
minat baca di kalangan remaja ini. Hal terpenting yang harus dilakukan oleh
adalah dengan menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran diri akan pentingnya
membaca.
Daftar Pustaka
Joko D Muktiono, 2003 Aku
Cinta Buku PT Elex Media Komputindo kelompok Gramedia,Jakarta
The Social Harmony Through Islamic Low, 2017 International
Seminar On Islamic Jurisprudence in Contemporary Society 2017 ISLAC 2017
Ibunda Aini, Membaca Dan Menulis Seasyik Bermain
