Gerak pada Makhluk Hidup
![]() |
| http://www.materionline.com/20/macam-macam-gerak-pada-hewan/ |
Manusia dan hewan memiliki perilaku
gerak yang tidak jauh berbeda. Manusia dan hewan sama-sama menunjukkan
gerakan-gerakan yang mudah diamati. Namun, bagaimana dengan gerak pada
tumbuhan?
Tumbuhan
melakukan gerakan sesuai dengan rangsang yang diperoleh. Rangsangan tersebut
dapat berupa bahan kimia, suhu, gravitasi bumi, atau intensitas cahaya yang
diterima. Bagaimana tumbuhan dapat dikatakan bergerak? Bagian apa saja dari
tumbuhan yang dapat bergerak?
1. Gerak pada Tumbuhan
Gerak pada
tumbuhan dibedakan menjadi tiga macam, yaitu gerak endonom, gerak higroskopis,
dan gerak esionom.
a. Gerak Endonom
Gerak
pertumbuhan daun dan gerak rotasi sitoplasma (siklosis) pada sel-sel daun
Hydrilla verticillata dapat diketahui dari gerak sirkulasi klorofil di dalam
sel.
Gerak
ini terjadi secara spontan dan tidak diketahui penyebabnya, atau tidak
memerlukan rangsang dari luar. Gerak yang demikian disebut gerak endonom.
Rangsang pada gerak endonom diduga berasal dari dalam tumbuhan itu sendiri.
b. Gerak Higroskopis
Merekahnya
kulit buah-buahan yang sudah kering pada tumbuhan polongpolongan, membukanya
dinding sporangium (kotak spora) paku-pakuan, membentang dan menggulungnya
gigi-gigi peristoma pada sporangium lumut adalah contohcontoh dari gerak
higroskopis. Gerak higroskopis adalah gerak bagian tubuh tumbuhan karena
pengaruh perubahan kadar air di dalam sel sehingga terjadi pengerutan yang
tidak merata.
c. Gerak Esionom
Gerak
esionom adalah gerak tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsangan dari
lingkungan sekitar. Berdasarkan jenis rangsangannya, gerak esionom dapat
dibedakan menjadi gerak tropisme, gerak taksis, dan gerak nasti.
1) Gerak Tropisme
Gerak tumbuhan dapat diamati melalui beberapa gejala,
salah satunya adalah arah tumbuh tumbuhan. Arah tumbuh tumbuhan dapat berubah
karena pengaruh lingkungan. Contoh tumbuhan yang diletakkan dekat jendela
batangnya tumbuh menuju cahaya. Cahaya merupakan rangsang yang datangnya dari
luar tumbuhan. Gerak tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi arah datangnya
rangsang dari luar disebut tropisme. Jika arah gerak tumbuhan mendekati
rangsang disebut gerak tropisme positif, tetapi jika arah gerak tumbuhan
menjauhi rangsang disebut gerak tropisme negatif. Berdasarkan jenis rangsangannya,
gerak tropisme dibagi menjadi geotropisme (gravitropisme), hidrotropisme,
tigmotropisme, kemotropisme, dan fototropisme (heliotropisme).
a). Gerak Geotropisme
Gerak
pada akar kecambah selalu menuju pusat bumi dan arah gerak tumbuh batangnya selalu
tegak ke atas menjauhi pusat bumi. Arah gerak bagian tumbuhan baik akar maupun
batang tersebut karena pengaruh gravitasi. Gerak tumbuhan yang demikian disebut
geotropisme atau gravitropisme.
b). Gerak Hidrotropisme
Pertumbuhan
akar yang selalu menuju ke sumber air disebut gerak hidrotropisme.
Hidrotropisme adalah gerak tropisme tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsangan
air.
c). Gerak Tigmotropisme
Gerak
membelitnya ujung batang atau ujung sulur kacang panjang dan mentimun pada
tempat rambatannya disebut gerak tigmotropisme. Tigmotropisme adalah gerak
tropisme yang diakibatkan oleh rangsang berupa sentuhan dengan rambatannya baik
berupa benda mati atau tumbuhan lain.
Gerak
tropisme tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsangan cahaya disebut gerak
fototropisme atau heliotropisme. Tumbuhan yang arah tumbuhnya mendekati sumber
cahaya disebut fototropisme positif sedangkan yang menjauhi cahaya disebut
fototropisme negatif. Contohnya adalah gerakan ujung batang bunga matahari yang
membelok menuju ke arah datangnya cahaya (fototropisme positif).
e). Gerak Kemotropisme
Penyerbukan
merupakan peristiwa jatuhnya serbuk sari di kepala putik. Selanjutnya, serbuk
sari akan berkecambah di kepala putik dan membentuk buluh serbuk yang akan
membawa gamet jantan (spermatozoid) menuju gamet betina (sel telur). Gerakan
buluh serbuk sari menuju sel telur pada bakal buah karena pengaruh zat gula
yang dikeluarkan oleh bakal buah (zat kimia). Gerak tropisme tumbuhan yang
dipengaruhi oleh rangsangan bahan kimia disebut kemotropisme.
2)
Gerak Taksis
Gerak
taksis adalah gerak pindah tempat seluruh bagian tumbuhan yang arahnya
dipengaruhi oleh sumber rangsangan. Gerak taksis biasanya dilakukan oleh
organisme bersel satu. Berdasarkan jenis rangsangannya, taksis dapat dibedakan
menjadi kemotaksis dan fototaksis. Gerak spermatozoid menuju sel telur pada
archegonium tumbuhan lumut dan tumbuhan paku yang bergerak karena tertarik oleh
zat gula atau protein yang dihasilkan oleh archegonium disebut gerak
kemotaksis.
Kemotaksis
adalah gerak taksis tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsangan berupa bahan
kimia. Gerak kloroplas ke sisi sel yang memperoleh cahaya disebut gerak
fototaksis. Fototaksis adalah gerak taksis tumbuhan yang dipengaruhi rangsang
berupa cahaya.
3)
Gerak Nasti
Nasti
adalah gerak sebagian tubuh tumbuhan akibat rangsangan dari luar, tetapi arah
geraknya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang. Berdasarkan jenis
rangsangannya gerak nasti dibedakan menjadi niktinasti, fotonasti, dan
tigmonasti atau seismonasti.
a).
Gerak Niktinasi
Menguncupnya
daun tumbuhan Leguminosae (kacang-kacangan) menjelang petang akibat perubahan
tekanan turgor pada tangkai daun disebut gerak niktinasti. Niktinasti adalah
gerak nasti tumbuhan akibat rangsangan dari lingkungan yang terjadin pada malam
hari.
b).
Gerak Fotonasti
Mekarnya
bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) pada sore hari disebut gerak fotonasti.
Fotonasti adalah gerak nasti tumbuhan akibat rangsangan cahaya
c).
Gerak Seismonasti
Gerak
menutupnya daun putri malu (Mimosa pudica) saat disentuh disebut gerak
seismonasti. Seismonasti atau tigmonasti adalah gerak nasti tumbuhan yang
dipengaruhi oleh getaran atau sentuhan
d).
Gerak Termonasti
Bunga
tulip selalu mekar di musim semi. Mekarnya bunga tulip tersebut disebabkan oleh
suhu udara pada musim semi lebih hangat dari musim dingin. Gerak mekarnya bunga
tulip pada musim semi disebut gerak termonasti. Termonasti adalah gerak nasti
tumbuhan dipengaruhi oleh rangsangan yang berupa suhu.
e).
Gerak Nasti Kompleks
Contoh gerak tumbuhan lainnya seperti gerakan membuka
dan menutupnya stomata karena pengaruh kadar air, cahaya, suhu, dan zat kimia
(protein dan gula) adalah contoh gerak nasti kompleks. Nasti kompleks adalah
gerakan tumbuhan akibat rangsangan yang diterima lebih dari satu macam.